Sebelum bertemu notaris atau mengajukan pendaftaran di OSS/AHU, persiapkan dokumen-dokumen ini agar proses pendirian PT berjalan cepat, rapi, dan minim revisi. Checklist ini cocok untuk pendiri perorangan, kelompok, maupun badan hukum.
Ringkasan singkat
1. Dokumen identitas pendiri & pengurus
Identitas yang lengkap mempercepat proses pembuatan akta dan pendaftaran di sistem AHU/OSS. Siapkan:
- Fotokopi KTP untuk pendiri, direktur, komisaris (WNI).
- Fotokopi Passport untuk pendiri atau pengurus WNA (sertakan KITAS/KITAP bila ada).
- Fotokopi NPWP pribadi pendiri dan pengurus (jika tersedia).
- Surat persetujuan / kuasa jika salah satu pendiri memberi wewenang pihak lain untuk menandatangani.
Tip: Scan identitas dengan kualitas baik (300 dpi) dan pastikan data terbaca; siapkan juga dokumen asli saat penandatanganan di notaris.
2. Dokumen/Informasi Perusahaan yang Harus Disiapkan
Informasi ini akan dimasukkan ke dalam akta pendirian dan data OSS:
- Nama PT (siapkan 3 alternatif nama untuk antisipasi penolakan karena duplikasi).
- Alamat kantor (alamat lengkap; siapkan bukti kepemilikan atau surat perjanjian sewa).
- Bidang usaha (KBLI) — pilih sesuai kegiatan usaha Anda.
- Modal dasar, modal ditempatkan & modal disetor — nominal dan pembagian saham antar pendiri.
- Susunan direksi & komisaris beserta jabatan dan alamat.
Pastikan alamat usaha sesuai zonasi setempat jika usaha memerlukan izin khusus (mis. industri, restoran, klinik).
3. Bukti domisili & dokumen tempat usaha
Bukti alamat usaha sering diminta oleh OSS, bank, dan instansi lain. Siapkan:
- Surat kontrak/sewa bermaterai dan fotokopi KTP pemilik gedung.
- Surat Keterangan Domisili dari kelurahan (jika diperlukan).
- Bukti kepemilikan (sertifikat tanah/SHM) bila punya kantor sendiri.
- IMB/izin bangunan bila kegiatan usaha memerlukannya.
4. Bukti modal & dokumen keuangan
Jika modal disetor sebagian atau sepenuhnya, siapkan bukti-bukti yang sah:
- Rekening koran / bukti setoran awal ke rekening perusahaan (jika sudah punya rekening sementara).
- Dokumen penilaian/valuta aset jika modal disetor berupa barang (mis. kendaraan, mesin, properti).
- Surat pernyataan nilai aset dan bukti kepemilikan aset (faktur, BPKB, sertifikat).
Catatan: Notaris akan mencatat bentuk penyetoran modal di akta—pastikan penilaian aset dapat dipertanggungjawabkan.
5. Dokumen untuk pemegang saham badan hukum / investor asing
Jika ada badan hukum atau investor asing yang menjadi pemegang saham, tambahan dokumen diperlukan:
- Akta pendirian & perubahan terakhir badan hukum pemegang saham (beserta SK Kemenkumham jika badan tersebut dari Indonesia).
- NPWP badan hukum (jika ada).
- Surat kuasa & SK pengurus badan hukum sesuai akta.
- Untuk WNA: fotokopi passport, KITAS/KITAP (jika relevan), dan dokumen pendukung terkait izin berinvestasi.
Jika investor asing, periksa batasan kepemilikan asing pada sektor tertentu (BKPM/OSS) dan siapkan dokumen tambahan sesuai ketentuan investasi.
6. Dokumen pendukung izin sektoral (jika diperlukan)
Tergantung KBLI kegiatan usaha, Anda mungkin perlu menyiapkan dokumen berikut:
- Surat izin lokasi / IMB
- CV or SOP terkait sanitasi/kesehatan (untuk usaha makanan)
- UKL-UPL / AMDAL (untuk usaha yang berdampak lingkungan)
- Izin usaha khusus (mis. SIUP, HO lama, izin praktik profesional)
OSS akan menunjukkan izin tambahan apa saja yang diperlukan setelah NIB terbit.
7. Dokumen tambahan yang berguna (praktis)
Dokumen non-wajib namun mempercepat proses administrasi:
- Surat pernyataan kesanggupan domisili (jika alamat kantor belum resmi).
- Draft akta pendirian (jika sudah dikonsultasikan dengan lawyer atau notaris sebelumnya).
- Surat keterangan bank awal (untuk bukti modal disetor jika dibutuhkan).
- Dokumen identitas pemegang manfaat (beneficial owner) bila diminta bank atau regulator.
8. Format & cara menyerahkan dokumen ke notaris / konsultan
Praktik umum yang memudahkan:
- Format file: PDF untuk dokumen resmi; JPEG/PNG untuk scan KTP/Passport.
- Nama file yang rapi: mis.
KTP_Nama_Pendiri_A.pdfatauAKTA_PENDIRIAN_DRAFT.pdf. - Susun daftar isi dokumen saat mengirim via email agar notaris cepat memeriksa kelengkapan.
- Simpan salinan asli untuk penandatanganan fisik di kantor notaris.
9. Kesalahan umum & cara menghindarinya
- Scan buram atau tidak lengkap: selalu scan dokumen full page agar semua informasi terbaca.
- Tidak menyiapkan bukti alamat yang sah: siapkan kontrak sewa bermaterai atau SK domisili.
- Modal disetor tanpa bukti bank: selalu minta bukti transaksi dan simpan bukti setoran.
- Tidak menyiapkan dokumen badan hukum pemegang saham: siapkan akta dan SK terakhir untuk menghindari penundaan.
10. Layanan Valqis: kami bantu siapkan semua dokumen
Jika Anda ingin proses yang lebih cepat dan minimal kesalahan administratif, Valqis menyediakan layanan document preparation untuk pendirian PT: pengecekan dokumen, drafting akta, pengajuan AHU, OSS/NIB, NPWP, dan urusan izin dasar.
Butuh bantuan menyiapkan dokumen? Lihat paket Valqis
Konsultasi awal sering kali memberikan gambaran lengkap dokumen apa yang perlu Anda persiapkan — termasuk perhitungan estimasi biaya & waktu.
Checklist ringkas (printable)
1. KTP/Passport pendiri & pengurus
2. NPWP pribadi pendiri & pengurus
3. Nama PT (3 alternatif)
4. Alamat kantor + bukti sewa/sertifikat/IMB
5. KBLI / bidang usaha
6. Modal dasar, modal ditempatkan & modal disetor
7. Bukti penyetoran modal (rekening koran / bukti transfer)
8. Dokumen aset jika modal disetor non-tunai
9. Akta & SK badan hukum pemegang saham (jika ada)
10. Dokumen izin sektoral (IMB, izin lingkungan, dll.)
11. Surat kuasa (jika penandatanganan diwakilkan)
FAQ — Pertanyaan yang sering muncul
- 1. Apakah dokumen harus dilegalisir sebelum dikirim ke notaris?
- Umumnya tidak perlu legalisir untuk dokumen identitas. Namun dokumen badan hukum (akta) bisa diminta dalam bentuk aslinya atau fotokopi yang dilegalisir, tergantung permintaan notaris.
- 2. Bisakah modal disetor setelah akta ditandatangani?
- Bisa. Prinsipnya modal ditempatkan dan sebagian disetor sesuai kesepakatan; bukti penyetoran harus disimpan karena akan diminta saat pengurusan NPWP atau verifikasi bank.
- 3. Jika menggunakan virtual office, dokumen apa yang diperlukan?
- Siapkan perjanjian sewa virtual office, surat keterangan domisili, dan bukti layanan virtual office sebagai dokumen pendukung alamat usaha.
- 4. Dokumen apa yang diminta jika pendiri adalah badan hukum asing?
- Biasanya diminta akta pendirian badan hukum tersebut, SK pengesahan, daftar pemegang saham, serta NPWP/ dokumen pajak jika berlaku di negara asal.
- 5. Bisakah Valqis menyiapkan semua dokumen untuk saya?
- Ya. Valqis menawarkan layanan end-to-end termasuk pengecekan dokumen, drafting akta, pengajuan AHU, OSS/NIB, dan NPWP. Klik di sini untuk paket layanan.